Perbedaan Persepsi

Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya :

– Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.

– Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari. Waktu berjalan terus.

Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.

Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.

Jawab anak yang bungsu :

“Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih”. Lanjutkan membaca “Perbedaan Persepsi”

Iklan

THE ANT PHILOSOPHY “Filosofi Semut”

1st part philosophy
Bagian pertama

ANTS NEVER OUT:
Semut tidak pernah menyerah
– If they’re headed somewhere and you try to stop them, they’ll look for another way.
Jika mereka sedang menuju ke suatu tempat dan kamu mencoba menghentikannya, mereka akan mencari jalan lain.
– They’ll climb over, they’ll climb under, they’ll climb around.
Mereka akan memanjat keatas, mencari celah lewat bawah atau memutar mengitarinya
– They keep looking for another way.
Mereka akan selalu mencari jalan yang lain.

LESSON: To never quit looking for a way to get where you’re supposed to go.
PELAJARANNYA : Jangan pernah menyerah mencari jalan untuk mencapai tujuanmu
Lanjutkan membaca “THE ANT PHILOSOPHY “Filosofi Semut””

Kekasihku… Maafkan aku..

Tiba- tiba aku terjaga dari mimpiku.. Oh indahnya mimpi itu..Cinta.. ya mimpi itu bertajuk cinta…Mimpi yang nyaris tiada nada dan melodi … cinta yang hanya berisi gelora emosi .. Tapi mengapa tiba tiba dadaku terasa sesak.. seolah tak ada ruang untuk mengeluarkan gelora itu…

Tuhan…Lemah ragaku dibalut luka.Engkau yang maha penyayang, pengasih dan maha tahu… tiba tiba ku hianati.
Kau yang bijaksana yang selalu memberikan kesejukan hati bagai embun pagi.. Kau yang selalu kudamba cintaNya tiba tiba ku tinggalkan hanya karena hati yang kosong tak bercelah.

Tuhan.. Kembalikan aku pada sebuah janji, ikrar suci dialam arwah dimana aku berjanji aku tidak akan cinta melebihi cinta ku pada-Mu dan Rosull-Mu.

Ini hanya sebuah mimpi… Mimpi cinta manusia. Dimana cinta hanya kesementaraan yang menggilakan, pesona semu yang menggiurkan. Cerita yang meniadakan pendengaran dan tarbiyah yang kau berikan. Mata, telinga dan hatipun terlupakan… Lanjutkan membaca “Kekasihku… Maafkan aku..”

Memulai dengan Doa

Beberapa orang tidak akan memulai harinya tanpa segelas air putih
lebih dulu. Ketika bangun pagi, tidak ada yang lebih penting daripada segelas air putih. Tanpa bermaksud mengada-ada, bagi beberapa orang hal ini kadangkala menjadi pola hidup yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.
Seandainya saja pagi itu tidak ada segelas air putih yang disediakan, bisa-bisa ia meledak dalam kemarahan dan sepanjang hari yang dilewati terasa begitu ganjil.
Meski demikian, ada pola hidup yang lebih baik dari pada sekedar memulai
hari dengan segelas air putih. Awalilah kehidupan dengan doa! Jika kita
bisa kecanduan berat dengan segelas air putih di waktu pagi hari, mengapa kita tidak bisa kecanduan dengan waktu-waktu kita bersama Allah di dalam doa? Bukankah harusnya kita akan merasa tidak siap untuk menjalani kehidupan kita dalam sepanjang hari seandainya tidak ada doa yang kita ucapkan kepada Allah lebih dulu. Bahkan seharusnya kita merasa ada yang ganjil jika memulai hari kita tanpa doa.
Doa di pagi hari adalah kunci agar kita bisa berkemenangan dalam sepanjang hari. Doa di pagi hari adalah seperti alam yang menantikan embun dari atas, kunci kita mendapat kesegaran dalam kehidupan. Doa di pagi hari adalah seperti menantikan hangatnya sinar matahari yang merekah, kunci agar kita
menjalani hidup dengan penuh gairah dan semangat. Doa di pagi hari adalah
seperti suasana pagi yang masih sunyi, kunci agar kita terus mempertajam
kepekaan kita terhadap “sinyal-sinyal” dari Allah. Sungguh patut disayangkan kalau kita lebih suka meributkan segelas air putih dari pada
doa. Sungguh patut disayangkan kalau kita lebih asyik dengan bergumul dengan bantal dan guling daripada bergumul di dalam doa. Lanjutkan membaca “Memulai dengan Doa”

JANGAN PUTUS ASA: Bergurulah Pada Prof. Masa Lalu

Hidup
adalah belajar dan berbuat. Masa lalu adalah bagian dari sesi hidup yang tak
boleh dilupakan. Karena, kehidupan adalah guru terbaik yang selalu jujur, tidak
pernah berbohong.

Kehidupan masa lalu adalah
pelajaran terbaik dalam meniti masa depan yang lebih baik. Karena, masa lalu
telah mengajari kita—paling tidak–dua hal; Pertama, sumber-sumber dan
unsur-unsur kesuksesan (mashadir wa ‘anashir an-najah). Hal inilah yang harus
tetap dipertahankan dan diteruskan dari kehidupan masa lalu kita. Bukan hanya
itu, tetapi harus dioptimalkan guna menggapai hasil yang maksimal. Lanjutkan membaca “JANGAN PUTUS ASA: Bergurulah Pada Prof. Masa Lalu”

Menyiasati Kegundahan Hati

Penulis : KH Abdullah Gymnastiar

Semoga Allah mengaruniakan kepada kita kemampuan untuk menata hati
dikala gundah. Karenanya, dikala suatu musibah dirasa berat, maka
sebenarnya itu semata-mata karena kita belum mampu memahami hikmah di
balik kejadian tersebut. Atau kita masih beranggapan bahwa rencana
kita lebih baik daripada rencana Allah.

Sesungguhnya ilmu kita yang teramat sedikit ini kerap kali diselimuti
hawa nafsu yang cenderung menipu dan menggelincirkan diri. Sedangkan
Dia, adalah Dzat yang maha Mengetahui segala-galanya. Sesuai
firmanNya, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik
bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk
bagimu. Allah Maha Mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS.
Al-Baqarah [2] : 216). Lanjutkan membaca “Menyiasati Kegundahan Hati”

Konser musik vs shalat jumat

Lucu ya, orang-orang pada berebut untuk dapetin tempat di barisan paling depan ketika nonton konser musik, tapi berebut cari shaf paling belakang bila shalat jumat agar bisa cepat keluar.

Coba deh tengok acara konser musik di televisi, banyak orang rebutan untuk mendapatkan shaf’ terdepan biar bisa ngelihat dengan jelas bintang pujaannya, syukur-syukur kalo sampe bisa salaman.

Kalo pun harus bayar, banyak di antara kita yang rela ngeluarin duit untuk nebus tempat strategis di arena konser. Tapi pas sholat jumat mah , nyari tempat di shaf paling belakang biar cepet keluar, atau paling nggak nyari dinding or tiang untuk nyender. Lucu ya? Hehe…