Saat Yang Tercinta Pergi….

Aku tersentak bangun ketika Hp ku berbunyi pada pukul 2 malam… rasanya baru saja tertidur, dengan setengah hati kuangkat dan memberi salam dengan penelpon, ”Assalamualaikum… siapa nich… “ Waalaikum salam …. kakak… ini ane
Yuli… “ada apa dek kok malem gini nelepon, biasanya juga kalau bangunin untuk shalat lail lewat SMS, jawabku setengah bercanda dan aku langsung berangkat untuk duduk karena yang menelpon adalah teman holaqohku… “ Kak… suami nya Ukti Meli baru saja berpulang … sedikit terisak suara Yuli, katanya tadi dia telepon kakak tapi gak dianggkat. Sontak seluruh bulu romaku berdiri… Meli !!! desahku… astarfirullah… innalillahi wainnailaihi Roji’un.
Tanpa terasa air mataku turun… Robb…Rasanya baru saja kami menjadi panitia walimah nya 6 bulan lalu… masa-masa indah baru mereka mulai..Indahnya rumah tangga, dimana seluruh apa yang mereka lakukan bernilai ibadah di mata Allah… alangkah pedihnya hatinya, begitu cepat Kau minta dia kembali Robbi … Kak…kakak masih disitukan…” Iya dek… afwan semua dah di kabari ??? Belum kak baru ane dan kakak aja,” Oke… kamu tekel Jarkomnya ya dek… Kalau bisa kalian sudah ada dirumah Ukhti Meli pagi- pagi, bila perlu Ba’da subuh… “ Oke kakak laksanakan jawab Yuli..”
Kak,,, kasihan Meli ya… pasti sedih banget.. lanjut Yuli lagi.” Sedih, iya tapi jangan dikasihani sayang… ambil ibrohnya. Sudah fitrah jika ditinggal orang yang dicinta akan sangat menyakitkan. Cepat atau lambat kita semua akan menemui hal itu.. iya kak… tapi mereka masih pengantin baru kak, aku senyum mendengar ucapan itu.. adakah kontraknya kalau masih pengantin baru kita atau suami belum boleh meninggal.. Ayo dong.. masak jd lupa ikrar janji kita seperti apa di alam arwah,” Iya kak. Yuli inget. Udah dulu ya kak ,Yuli mo Jarkom ke temen –temen.

Saat yang tercinta pergi, Saat Hati Menjelma Serpihan-serpihan kecil, Saat ujian demi ujianNya terasa terlalu berat untuk ditanggung sendiri, Maka kemana seorang istri harus mencari kekuatan Agar hati mampu terus bertasbih?

Saat orang yang kita cintai pergi kembali kepada Robb nya, bagai hilang setengah raga. Hanya iman dan ketaqwaan sebagai penguat. Karena setinggi apa kita meletakkan cinta kita kepada Nya.. tetap ada rasa sakit yang menyelinap di sudut hati kita yang ditinggal.Karena arti cinta itu sendiri baru dapat kita ketahui kedalamannya setelah di tinggal pergi.Tidak ada lagi tempat mengadu,bermanja dan bercanda.Tidak ada lagi yang berdiri didepan kita sebagai imam,tidak ada lagi yang bertanya hapalan kita sampai dimana. Hilang semua tatapan sayang,belaian mesra dan pelukan hangat.
Yang tinggal hanya kenangan dan buah cinta. Makna cinta hanya menjadi penguat hati,bahwa pernah ada sosok yang menjadi kebanggan, pujaan dan tambatan hati. Putus sudah amalan sebagai seorang istri, dan yang hanya bisa dilakukan adalah berdoa agar Allah mempertemukan kembali dengan nya di surga nanti…


Kutelpon Meli… Ada tangisan disana, “Kakak… Dengan terisak dia memanggilku… mas Handi sudah tidak adalagi kak… “ Sabar ya Ukhti ini semua bukti kecintaan Allah bahwa dia sangat sayang dengan hambanya.
Menangislah… biarkan air matamu menetes, namun iringilah dengan untaian zikir hatimu,karena walau air mata menganak sungai dia tidak akan kembali lagi.

Cepat atau lambat,kita semua akan mengalami hal yang sama. Siapkah kita ?? sudah kah kita mengantongi amalan amalan kita. Sungguh kematian adalah awalan kita. Relakah kita menyertai serombongan orang.. dimana mereka membawa bekal sedangkan tangan kita hampa. Rosullah bersabda, perbanyaklah mengingat akan pemusnah segala kenikmatan dunia. Karena dia pasti datang.

Allah tidak pernah menjanjikan hari yang selalu cerah,rezeki yang selalu melimpah dan harapan tanpa batas. Namun Allah telah menjanjikan kematian kepada.kita . dan apapun yang telah Allah berikan kepada kita..saat ini, kemarin atau esok.. Yakinlah itu
yang terbaik… karena Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk hambaNya..

Wallahualam bishawab

( Untuk Meli sayang.. keep Istiqomah Ukhti.. Kami akan selalu bersamamu dan akan tetap menjadi semangat mu…dan untuk Bunga –bunga di taman Holaqohku ..inilah bukti kebesaran Allah. Tiada daya upaya kita sebagai manusia selain bersandar kepadanya dan biarlah Allah sebagai pembela , Takbir! Allahuakbar!!! )

by : Rahma Apriany

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s