Kebahagiaan Sejati…

Pada satu sisi… penderitaan selalu menyadarkan kita tentang keberadaan Allah SWT, syarat mendapatkan rahmatnya. Sehingga kita lebih bisa memaknai rezeki dan nikmatnya ketika kita mengalami penderitaan, hal yang sering terlupakan ketika hidup lapang… Jadi Berbahagialah mendapatkan ujian dari Allah SWT. Karena Ujian memberikan kita ketabahan, dan salah satu bentuk rasa sayang Allah SWT kepada setiap hambanya…

Sehingga bersyukur dan tersenyumlah atas ujian yang Allah SWT berikan kepada kita, karena Allah SWT sayang pada kita…


Tunaikan apa yang Allah wajibkan atasmu, niscaya engkau menjadi orang yang paling beribadah, jauhilah semua larangan Allah niscaya engkau menjadi seorang yang paling Zuhud, Ridholah engkau dengan apa yang Allah berikan kepadamu niscaya engkau akan menjadi orang yang paling kaya. Amiin…

Lanjutkan membaca “Kebahagiaan Sejati…”

Manusia Kok Jadi Tikus ???

Manusia Kok Jadi Tikus Siapapun tahu kalau tikus adalah binatang yang cerdik. Tanya saja kepada Tom yang begitu frustasi jika berurusan dengan Jerry dalam kartun Tom & Jerry.

Tak hanya dalam film kartun, dalam dunia yang sebenarnya tikus memang adalah binatang yang cerdik.

Tak hanya cerdik, tikus juga adalah binatang yang sangat berhati-hati. Seekor tikus tahu bahwa sekerat daging yang tersedia di depannya adalah umpan danjebakan. Itu sebabnya kadangkala kita jengkel karena daging yang kita jadikan umpan hanya digerogoti sedikit saja dan tikus itu tak terperangkap di dalam jerat yang kita pasang.

Sekalipun tikus adalah binatang yang cerdik dan berhati-hati, ia memiliki kelemahan yang seringkali menjadi bumerang bagi dirinya, yaitu kerakusannya! Saat melihat masih ada sedikit daging dalam perangkap, ia tidak mau meninggalkannya begitu saja, sebaliknya ia akan menggerogotinya dengan pelan-pelan dan hati-hati.

Sampai kemudian ia tak menyadari bahwa daging yang ia gerogoti menyebabkan alat perangkap itu mengurungnya. Seandainya tikus tidak rakus, tentu perangkap secanggih apapun tak akan bisa berbuat banyak.

Sejujurnya, manusia juga ada kalanya memiliki kelemahan seperti tikus, rakus sekaligus serakah! Sudah kaya tapi terus mengejar kekayaan supaya lebih kaya lagi. Apapun akan dilakukan demi menjadi lebih kaya. Lanjutkan membaca “Manusia Kok Jadi Tikus ???”

Rekor si Pendosa Beralih ke Bernie

SIAPA saja yang baru kehilangan uang miliaran rupiah di Lehman Brothers (via Citibank Jakarta dan kantor-kantor cabangnya) atau Bank Century (via direkturnya yang cantik itu), sebaiknya mulai tersenyum: banyak orang yang jauh lebih bodoh dari kita semua. Mereka adalah orang-orang Amerika dan Eropa. Mereka baru saja kehilangan triliunan rupiah.

Karena kasus ini baru terungkap pekan lalu, pelakunya belum sempat masuk daftar 10 pendosa terbesar di dunia yang mengakibatkan krisis gobal ini. Joseph Cassano (urutan pertama pendosa terbesar itu, lihat harian ini edisi 18 November 2008) pun seharusnya segera menyerahkan gelarnya itu kepada Bernard Lawrence Madoff yang biasa dipanggil Bernie.

Di tangan satu orang Bernie ini telah hilang uang USD 50 miliar atau sekitar Rp 600 triliun. Uang itu milik ribuan orang dan lembaga keuangan. Mulai bank sebesar HSBC sampai uang milik yayasan-yayasan sosial. Selama ini mereka memang percaya penuh kepada Bernie. Lewat perusahaan milik keluarga Bernie, Madoff Investment Securities LLC, uang mereka memang dijanjikan bisa beranak pinak lebih cepat.

Selama 13 tahun janji itu selalu menjadi kenyataan. Uang yang ditempatkan di Bernie selalu mendapat bunga lebih besar dari bentuk investasi apa pun: deposito, obligasi, reksadana, equity, dan seterusnya. Ini karena Bernie melakukan bisnis perdagangan over the counter (OTC). Inilah bentuk transaksi perdagangan (uang, saham, obligasi, convertible bonds, dan seterusnya) dengan biaya murah.

Istilah over the counter sendiri, menurut Wikipedia, diambil dari istilah perdagangan obat. Yakni, jual beli obat yang pembelinya tidak perlu membawa resep dan bahkan tidak perlu ke dokter dulu. Penjualnya juga tidak perlu bertanya apakah pembelinya membawa resep atau tidak. Dengan demikian, seharusnya, obat bisa dijual lebih murah: tidak perlu ada unsur biaya ke dokter dan tidak perlu ada biaya pengganti kertas resep (komisi dokter). Tapi, bisa mendapat obat yang sama, asal tahu nama dan kegunaannya.
Untuk melakukan perdagangan over the counter itulah Bernie perlu modal besar. Modal bisa didapat dari siapa saja yang mau memercayakan uangnya ke dia, dengan imbalan return yang lebih menarik. Bunga lebih tinggi bisa dijanjikan karena Bernie tidak harus mengeluarkan banyak biaya untuk transaksi-transaksi itu. Ibaratnya, tidak perlu biaya notaris, biaya legal, biaya meterai, biaya konsultan, biaya asuransi, dan seterusnya. Semua penghematan biaya itu bisa dikompensasikan sebagai bunga yang lebih tinggi. Lanjutkan membaca “Rekor si Pendosa Beralih ke Bernie”