Bush Dilempar Sepatu Dua Kali

ImageINSIDEN SEPATU, Sekuel foto saat Presiden Amerika Serikat George W Bush menghindar dari lemparan sepatu yang dilakukan oleh Muntazer Al-Zaidi, wartawan stasiun televisi Al Baghdadia di Baghdad, Minggu (14/12) waktu setempat. Al-Zaidi mengaku aksinya itu spontanitas atas dasar kebencian terhadap Bush.

BAGHDAD (SINDO) – Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush dilempari sepatu oleh wartawan televisi Al- BaghdadiaMuntazer Al-Zaidi,29.Lemparan Zaidi dua-duanya meleset, satu berkat kegesitan Bush dengan menghindar, kedua berkat tangkisan Perdana Menteri Irak Nouri Al-Maliki yang berada di sebelahnya.

Lemparan sepatu itu dilakukan saat konferensi pers bersama Bush dan Maliki pada Minggu (14/12) waktu setempat. Setiap kali melempar sepatunya, Zaidi melontarkan cacian dalam bahasa Arab.”Ini adalah hadiah dari rakyat Irak, ciuman perpisahan, dasar––maaf––Anjing,”semprot Zaidi.

SementarapadalemparankeduaZaidipunberteriak,”Inidari para janda,yatim piatu,dan mereka yang terbunuh di Irak.” Bush menghadapi lemparan sepatu itu dengan senyum dan bercanda.”Kalau kalian mau tahu,itu sepatunya ukuran nomor 10,”cetusnya.Bush justru mengucapkan rasa terima kasih dan meminta maaf atas nama orang Irak.

Dia juga mengatakan,cara seperti itu adalah cara orang menunjukkan perhatiannya. ”Hal itu tidak mengganggu saya.Saya tidak tahu apa masalah orang itu.Saya tidak merasa terancam sama sekali, ”paparnya. Presiden AS yang segera lengser pada 20 Januari 2009 mendatang itu bercerita mengenai episode pelemparan sepatu ketika berkunjung ke Kabul, Afghanistan, kemarin.

”Saya tidak mengetahui apa yang diucapkan lelaki itu,tapi saya melihat sepatunya,”tuturnya. Bush mengaku tindakan tersebut mengingatkannya pada kejadian April 2006.Ketika itu, seseorang dari gerakan spiritual Falungong menginterupsi kunjungan Presiden China Hu Jintao di Gedung Putih.

”Lihat,saya rasa tindakan itu merupakan kejadian yang aneh,”ujarnya.”Tapi,saya juga mengalami peristiwa-peristiwa ganjil selama kepemimpinan saya,”imbuhnya.Bush mengaku ingat ketika Hu Jintao menghadapi aksi itu. ”Dia (Hu) sedang berbicara dan tiba-tiba,saya mendengar suara,seorang perempuan berteriak keras.

”Jelas,itu merupakan peristiwa unik,”paparnya. Bush yang bercerita dalam konferensi pers di Kabul tersebut justru berbalik bertanya kenapa tidak ada yang melempar sepatu atau berteriak.”Kenapa Anda tidak melakukannya di sini? Ayolah,lakukan,”ujar Bush. Insiden pelemparan sepatu itu menjadikan kunjungan terakhir Bush sebagai presiden ke Irak sebagai momentum paling buruk dalam citranya.

Padahal, pada kunjungan sebelumnya, semuanya berjalan lancar-lancar saja.Sebelumnya, Bush pernah berkunjung ke Irak pada November 2003 dalam acara khusus Thanksgiving bersama dengan tentara AS.Kemudian pada Juni 2006 dan September 2007 ketika dia mengunjungi Provinsi Anbar yang dikenal sebagai wilayah pendukung kuat Saddam Hussein.

Di Irak, sepatu dianggap sebagai lambang penghinaan. Berbagai kalangan kembali ingat bahwa pelemparan sepatu terhadap Bush hampir sama dengan insiden yang dialami mendiang diktator Irak Saddam Hussein.Tahun 2003, tak lama setelah pasukan AS menguasai Irak,patung besar Saddam di Baghdad diruntuhkan, rakyat Irak melempari patung itu dengan sepatu mereka.

Aksi kurang lebih sama juga terjadi pada demonstrasi yang dilakukan pendukung ulama Syiah Moqtada al-Sadr. Para demonstran juga melemparkan sepatu mereka pada kendaraan militer AS.”Semua tentara AS yang menggunakan sepatu mereka untuk menyakiti rakyat Irak seharusnya dibawa ke pengadilan, bersama pemimpin mereka, termasuk Bush,” ujar Ali Qeisi, ketua kelompok Hak Asasi Manusia yang berkedudukan di Irak.

Atas aksi pelemparan itu, Zaidi kini terancam hukuman minimal dua tahun penjara jika dia terbukti bersalah karena menghina pemimpin negara. Tapi, dia bisa jadi menghadapi ancaman hukuman selama 15 tahun penjara jika dakwaan terhadapnya mengenai ancaman pembunuhan.

Dukungan Mengalir

Setelah melakukan aksinya, Zaidi langsung ditangkap pihak keamanan dan pengawal Bush. ”Tangansaya… tangansaya,” teriaknya saat digelandang keluar ruang konferensi pers.Dia langsung diinterogasi dan dites untuk mendeteksi apakah mengonsumsi alkohol atau obat-obatan.

Stasiun televisi Al-Baghdadia di Kairo,Mesir,pun mengusahakan agar wartawan mereka dibebaskan. ”Kita telah berusaha agar Zaidi dibebaskan. Semua organisasi di seluruh dunia telah dikoordinasikan untuk membebaskannya,” ujar Manajer Al-Baghdadia yang berkedudukan di Mesir Abdel-Hameed al-Sayeh.”

Ini merupakan ujian bagi rakyat Irak dan AS,apakah mereka akan membebaskannya atau tidak,”ujarnya. Sementara dalam pernyataan bersama, para jurnalis dan pemerhati HAM juga menuntut pembebasan Zaidi. ”Dengan mengutamakan demokrasi dan kebebasan berekspresi yang dijanjikan oleh Pemerintah AS, maka bebaskanlah Zaidi,” demikian pernyataan bersama mereka.

Dukungan kepada Al-Zaidi pun langsung mengalir.Pengacara mantan Presiden Irak Saddam Hussein, Khalil al-Dulaimi, langsung menawari advokasi bagi Zaidi. Al- Dualimi menyebut Zaidi sebagai pahlawan. Para jurnalis Arab dan pengamat yang selama ini mengkritik tajam kebijakan Bush terhadap Irak mendukung penuh aksi Zaidi.

Abdel- Bari Atwan, editor harian Al- Quds Al-Arabi, mengatakan insiden itu merupakan ucapan selamat tinggal paling layak bagi sosok yang disebutnya penjahat perang.Pelemparan sepatu dalam tradisi Arab merupakan bentuk kekesalan paling parah kepada seseorang.

Sementara menurut Abdel- Sattar Qassem, pakar politik dari Universitas An Najah di Tepi Barat, Palestina, lemparan sepatu itu merupakan ringkasan dari sejarah kejahatan Bush. Dia mengatakan, Bush bertanggung jawab atas kematian ratusan ribu anak-anak. ”Toh, atas kesalahan itu,Bush masih tetap arogan,”katanya.

Dalam pandangan Musa Barhoumeh,editor harian Al- Gahd di Yordania, lemparan sepatu pada Bush merupakan ciuman perpisahan terbaik yang pernah ada.”Lemparan seperti itu mengekspresikan bagaimana bencinya rakyat Irak dan Arab terhadap Bush,”ujarnya.

Sementara itu, ribuan orang turun ke jalan kemarin di Sadr City, tempat pendukung ulama Syiah Moqtada al-Sadr.Mereka menyerukan agar Pemerintah Irak membebaskan Al-Zaidi. ”Bush, Bush, dengarkan baik-baik: dua sepatu berada di kepalamu,” teriak demonstran.

Siapa Zaidi?

CNNmengungkapkan bahwa bukan kali ini saja Zaidi membuat berita.Pada November 2007, dia ternyata pernah diculiksaatberangkatkerjadi pusat kota Baghdad oleh kelompok Syiah.Dengan lobi intensif yang dilakukan berbagai pihak,tiga hari berikutnya dia dibebaskan.

Selidik demi selidik, ternyata pelemparan sepatu terhadap Bush telah direncanakan jauh sebelumnya oleh Al- Zaidi. Hal itu diungkap para koleganya di kantor Al-Baghdadia. ”Dia benci AS, dia membenci tentara AS.Dia juga membenci Bush,” ujar salah satu koleganya yang tak mau disebutkan namanya.

Dari Kairo,Muzhir al-Khafaji, direktur program televisi, menggambarkanZaidisebagai orang Arab yang membanggakan dan terbuka.Dia mengenal Zaidi saat bekerja di Al- Baghdadia selama tiga tahun. ”Kita sangat mengkhawatirkankeselamatannya,” ujarnya.

Belum Berakhir

Sementara itu,dalam konferensi persnya di Irak, Bush menyatakan perang belum berakhir. Dalam kunjungan dadakan ke Irak tersebut, Bush yakin bahwa perang yang digalang AS di Irak bakal segera tuntas.”Yang pasti sedang dalam proses untuk menang,”kata Bush.

Selain mengumumkan penarikan pasukan AS dari Irak pada akhir 2011, kunjungan Bush ke Baghdad sekaligus berpamitan kepada pimpinan setempat bahwa dia akan pensiun lima pekan lagi, 20 Januari 2008. Sejak invasi ke Irak 2003, AS masih menempatkan 150.000 pasukannya dan kehilangan nyawa 4.209 tentara serta telah mengeluarkan anggaran USD576 miliar.

Sementara ketika berada di Kabul, Afghanistan, Bush mengklaim bahwa AS telah mencapai kemajuan yang membawa harapan.”Buktinya Afghanistan sangat berbeda dengankondisi2001,”katanya. (AP/AFP/Rtr/CNN/ andika hendra m)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s