Jangan remehkan kebohongan

Kekuatannya mampu meruntuhkan sebuah negara. Kekuatannya pula banyak dipakai oleh raja-raja untuk tetap berada di atas tahta. Maka, adalah naif, jika anda berkata, berbohong hanya dilakukan oleh anak-anak yang tertangkap basah membolos sekolah.
Berbohong adalah kekuatan besar, karena untuk berbohong manusia harus berkekuatan besar pula. Diperlukan kecerdasan tinggi untuk menyusun ribuan argumentasi. Dibutuhkan kekerasan otot baja untuk mengubah fakta dan data nyata. Bahkan, manusia harus memicikkan hatinya agar sebuah kebohongan menampakkan wajah kebenaran.
Lihatlah, untuk sebuah kebohongan manusia harus mengerahkan waktu dan usaha yang terbaik pula! Lanjutkan membaca “Jangan remehkan kebohongan”

Iklan

Penulis Buku Kehidupan

Wahai Sahabatku, Pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya hidup
dan perjalanannya di dunia ini merupakan rangkaian tulisan yang kita toreh dan ciptakan ke dalam buku kehidupan kita sendiri? Lantas mengapa lebih banyak dari kita yang senang mengisinya dengan hal2 yang negatif, destruktif dan inkontributif ketimbang mengisinya dengan hal2 yang positif dan bermanfaat bagi sesama?

Sahabatku, Hidup itu hanya sekali. Maka dalam hidup yang hanya sekali
itu berbuatlah YANG TERBAIK di setiap detik dalam hidupmu. Dan di setiap tarikan nafasmu. Karena disana ada sebuah amanah besar yang kita emban. Yakni “Amanah Hidup” yang harus dipertanggungjawabk an kelak di hadapan Ilahi Rabbi. Meski hidup seringkali memberikan kenyataan yg tak seindah
harapan. Meski hidup kita masih jauh dari sempurna. Kita mesti terus maju.
Berbuat dan bertindak. Mengisi setiap tarikan nafas ini dengan hal-hal yang positif yang Insya Allah diridhoi-Nya. Karena pada prinsipnya “Kita semua adalah Penulis Buku Kehidupan Kita Sendiri”. Lanjutkan membaca “Penulis Buku Kehidupan”

Keunikan Pemalas

Menjadi seorang pemalas tidaklah sulit. Hebatnya lagi, setiap pemalas pasti memiliki keunikan-keunikan tersendiri.

Berikut saya akan paparkan keunikan-keunikan seorang pemalas. Berharap agar pemalas yang kebetulan membaca tulisan ini tidak tersinggung, melainkan mulai mengubah kebiasaan hidupnya…

Pertama, selalu saja memiliki alasan untuk menghindar dari sebuah pekerjaan.

Cobalah tengok kehidupan seorang pemalas yang Anda kenal. Tak perlu kaget kalau orang tersebut selalu saja punya alasan untuk “menyelamatkan diri” dari pekerjaan yang sudah menanti. Seseorang yang masuk kategori “pemalas” akan selalu punya alasan untuk tidak pergi ke mesjid, cuaca yang buruklah, Imam/khotib yang membosankanlah, Jalanan Becek dan licin yang tidak nyaman, kantuk, dingin, dsb. Lanjutkan membaca “Keunikan Pemalas”

Pesan Penting Khutbah Perpisahan Rosulullah di Arafah Saat Menunaikan Ibadah Haji

“Wahai manusia sekalian, dengarkanlah perkataanku ini, karena aku tidak mengetahui apakah aku dapat menjumpaimu lagi setelah tahun ini di tempat wukuf ini.

(1) larangan membunuh jiwa dan mengambil harta orang lain tanpa alasan yang hak

Wahai manusia sekalian,

Sesungguhnya darah kamu dan harta kekayaan kamu merupakan kemuliaan ( haram dirusak oleh orang lain ) bagi kamu sekalian, sebagaimana mulianya hari ini di bulan yang mulia ini, di negeri yang mulia ini.

(2) kewajiban meninggalkan tradisi jahiliyah : pembunuhan , riba

Ketahuilah sesungguhnya segala tradisi jahiliyah mulai hari ini tidak boleh dipakai lagi. Segala sesuatu yang berkaitan dengan perkara kemanusiaan ( seperti pembunuhan, dendam, dan lain-lain ) yang telah terjadi di masa jahiliyah, semuanya batal dan tidak boleh berlaku lagi. (Sebagai contoh ) hari ini aku nyatakan pembatalan pembunuhan balasan atas terbunuhnya Ibnu Rabi’ah bin Haris yang terjadi pada masa jahiliyah dahulu.

Transaksi riba yang dilakukan pada masa jahiliyah juga tidak sudah tidak berlaku lagi sejak hari ini. Transaksi yang aku nyatakan tidak berlaku lagi adalah transaksi riba Abbas bin Abdul Muthalib. Sesungguhnya seluruh transaksi riba itu semuanya batal dan tidak berlaku lagi. Lanjutkan membaca “Pesan Penting Khutbah Perpisahan Rosulullah di Arafah Saat Menunaikan Ibadah Haji”