Pelajaran dari Kaum ‘Aad

Allah SWT mengisahkan kaum-kaum yang punya peradaban hebat di masa lalu yang kemudian binasa karena ulah mereka sendiri.

Salah satu kisah yang dikemukan Allah SWT di dalam Al Quran adalah sebagai berikut.  Allah SWT berfirman:

6.  Apakah kamu tidak memper-hatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Aad?

7.  (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai Bangunan-bangunan yang tinggi[1573],

8.  Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,

9.  Dan kaum Tsamud yang memo-tong batu-batu besar di lembah[1574],

10. Dan kaum Fir’aun yang mem-punyai pasak-pasak (tentara yang banyak),

11.  Yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,

12.  Lalu mereka berbuat banyak ke-rusakan dalam negeri itu,

13. Karena itu Tuhanmu menim-pakan kepada mereka cemeti azab,

14.  Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi. (QS. Al Fajr 6-14).

Kaum Aad adalah kaumnya Nabi Hud a.s. Kaum Aad adalah bangsa Arab yang tinggal di bukit-bukit pasir yang terletak di Yaman, di antara Oman dan Hadl-ramaut.  Sebuah daerah yang menjorok ke laut yang diberi nama Syahar. Nama lembah mereka adalah Mughits.  Sedang-kan ibukota mereka adalah kota Iram yang memiliki gedung-gedung yang tinggi.  

Kaum Aad adalah kaum yang belum pernah Allah ciptakan kaum semisal mereka dalam hal kekuatan dan kehe-batan mereka serta besarnya fisik mereka.  Mereka adalah orang-orang yang me-miliki usia yang panjang dan fisik yang jauh lebih kuat dari kebanyakan manusia di masa Al Quran diturunkan. Apatah lagi kekuatan fisik dan umur manusia sekarang.

Namun sehebat-hebatnya mereka toh akhirnya binasa. Kenapa mereka dibinasakan?

Kaum Aad yang merupakan kaumnya Nabi Hud a.s. itu ternyata mengingkari risalah Nabiyullah tersebut. Mereka membangkang kepada pesuruh Allah SWT itu. Mereka keluar dari ketaatan kepada Allah dan mendustakan risalah Rasul-Nya.

Ternyata kaum Aad yang memiliki berbagai kehebatan yang luar biasa sebagai manusia, sama dengan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar dari suatu lembah untuk dijadikan rumah rumah dan benteng-benteng pertahanan mereka, sama juga dengan Firaun yang punya pasukan sangat besar hingga ratusan ribu tentara, semuanya dimus-nahkan oleh Allah SWT karena perbuatan mereka sendiri yang melawan ajaran Allah SWT. Mereka adalah orang-orang yang membangkang terhadap perintah Allah SWT dan melakukan berbagai perbuatan zalim yang melampaui batas.

Pengalaman pahit tiga kaum digdaya di masa lalu ini mestinya menjadi pelajaran yang sangat berharga buat umat manusia di masa kini, wabil khusus mereka yang diberi kekuatan.  Agar tidak adigang-adigung-adiguno alias tidak semau gue mengumbar angkara murka. Kaum kapitalis dengan gembongnya AS pasca runtuhnya Uni Soviet digambarkan Fukuyama sebagai akhir sejarah. Dan mereka menyangka bahwa mereka adalah akhir kejayaan dunia. Namun badai Catherine, badai Ike, bangkrutnya Lehman, dan berbagai pasar modal serta bank-bank di AS hari ini kiranya akan bercerita lain.

AS memang bakal menjadi sejarah.  Namun sejarah kemanusiaan kiranya belum berakhir. AS akan menjadi bahan pelajaran sejarah contoh kebangkrutan suatu negara adidaya raksasa ekonomi nomor 1 di dunia. Negara yang ketika menyerang Irak dengan alasan hendak mencari senjata pemusnah massal dengan arogan tidak menghiraukan PBB, dise-tujui atau tidak, AS mengatakan akan menyerang. Dan itu dilakukan. Dan tindakan mereka sungguh melampaui ba-tas, menewaskan sekitar 1 juta manusia, dan melukai jutaan lainnya, serta memis-kinkan dan menyengsarakan puluhan bahkan ratusan juta penduduk Irak yang tiada berdosa. Sementara alasan yang digembar-gemborkan itu ternyata bohong belaka!

Namun faktanya tentara AS hari ini di Irak tidak bisa mengalahkan kaum muslimin yang terus berjihad membela hak-hak mereka yang dirampas. Demi-kian juga kaum muslimin di Afghanistan.  AS telah kehilangan trilyunan dolar untuk perang durjana tersebut. AS kini bangkrut dan pasti kebingungan mencari uang untuk memulangkan tentara mereka yang tak kunjung menang.  Sebagaimana kaum Aad, AS memang harus bertanggung jawab atas berbagai tindakannya yang melampaui batas. Dan Allah SWT senan-tiasa mengawasi tindakan mereka dan siap menimpakan cemeti adzab-Nya.

Wallahua’lam!  [muhammad al khaththath/www.suara-islam.com]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s