JANGAN PUTUS ASA: Bergurulah Pada Prof. Masa Lalu

Hidup
adalah belajar dan berbuat. Masa lalu adalah bagian dari sesi hidup yang tak
boleh dilupakan. Karena, kehidupan adalah guru terbaik yang selalu jujur, tidak
pernah berbohong.

Kehidupan masa lalu adalah
pelajaran terbaik dalam meniti masa depan yang lebih baik. Karena, masa lalu
telah mengajari kita—paling tidak–dua hal; Pertama, sumber-sumber dan
unsur-unsur kesuksesan (mashadir wa ‘anashir an-najah). Hal inilah yang harus
tetap dipertahankan dan diteruskan dari kehidupan masa lalu kita. Bukan hanya
itu, tetapi harus dioptimalkan guna menggapai hasil yang maksimal. Lanjutkan membaca “JANGAN PUTUS ASA: Bergurulah Pada Prof. Masa Lalu”

LOMPATAN SI BELALANG…. .

Di suatu hutan, hiduplah seekor belalang muda yang cerdik.
Belalang muda ini adalah belalang yang lompatannya paling Tinggi diantara sesama belalang yang lainnya.
Belalang muda ini sangat membanggakan kemampuan lompatannya ini.
Sehari-harinya belalang tersebut melompat dari atas tanah ke dahan-dahan pohon yang tinggi, dan kemudian makan daun-daunan yang ada di atas pohon tersebut. Dari atas pohon tersebut belalang dapat melihat satu desa di kejauhan yang kelihatannya indah dan sejuk.
Timbul satu keinginan di dalam hatinya untuk suatu saat dapat pergi kesana.

Suatu hari, saat yang dinantikan itu tibalah. Teman setianya, seekor burung merpati, mengajaknya untuk terbang dan pergi ke desa tersebut.
Dengan semangat yang meluap-luap, kedua binatang itu pergi bersama ke desa tersebut. Setelah mendarat mereka mulai berjalan-jalan melihat keindahan desa itu.

Akhirnya mereka sampai di suatu taman yang indah berpagar tinggi, yang dijaga oleh seekor anjing besar. Belalang itu bertanya kepada anjing,”Siapakah kamu, dan apa yang kamu lakukan disini ?”
“Aku adalah anjing penjaga taman ini. Aku dipilih oleh majikanku karena aku adalah anjing terbaik di desa ini” jawab anjing dengan sombongnya.

Mendengar perkataan si anjing, panaslah hati belalang muda.
Dia lalu berkata lagi  “Hmm, tidak semua binatang bisa kau kalahkan. Aku menantangmu untuk membuktikan bahwa aku bisa mengalahkanmu. Aku menantangmu untuk bertanding melompat, siapakah yang paling tinggi diantara kita”.
“Baik”, jawab si anjing. “Di depan sana ada pagar yang tinggi.
Mari kita bertanding, siapakah yang bisa melompati pagar tersebut”. Lanjutkan membaca “LOMPATAN SI BELALANG…. .”

Pelajaran dari Kaum ‘Aad

Allah SWT mengisahkan kaum-kaum yang punya peradaban hebat di masa lalu yang kemudian binasa karena ulah mereka sendiri.

Salah satu kisah yang dikemukan Allah SWT di dalam Al Quran adalah sebagai berikut.  Allah SWT berfirman:

6.  Apakah kamu tidak memper-hatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Aad?

7.  (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai Bangunan-bangunan yang tinggi[1573],

8.  Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,

9.  Dan kaum Tsamud yang memo-tong batu-batu besar di lembah[1574],

10. Dan kaum Fir’aun yang mem-punyai pasak-pasak (tentara yang banyak),

11.  Yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,

12.  Lalu mereka berbuat banyak ke-rusakan dalam negeri itu,

13. Karena itu Tuhanmu menim-pakan kepada mereka cemeti azab,

14.  Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi. (QS. Al Fajr 6-14).

Kaum Aad adalah kaumnya Nabi Hud a.s. Kaum Aad adalah bangsa Arab yang tinggal di bukit-bukit pasir yang terletak di Yaman, di antara Oman dan Hadl-ramaut.  Sebuah daerah yang menjorok ke laut yang diberi nama Syahar. Nama lembah mereka adalah Mughits.  Sedang-kan ibukota mereka adalah kota Iram yang memiliki gedung-gedung yang tinggi.   Lanjutkan membaca “Pelajaran dari Kaum ‘Aad”