Indahnya Cinta Karena Allah

Ditulis Oleh -www.muslimah.or.id-

Wednesday, 03 December 2008

بسم الله الرحمن الرحيم

Penulis: Ummul Hasan
Muroja’ah: Ustadz Subhan Khadafi, Lc.

“Tidaklah seseorang diantara kalian dikatakan beriman, hingga dia mencintai sesuatu bagi saudaranya sebagaimana dia mencintai sesuatu bagi dirinya sendiri.”
Secara nalar pecinta dunia, bagaimana mungkin kita mengutamakan orang lain dibandingkan diri kita? Secara hawa nafsu manusia, bagaimana mungkin kita memberikan sesuatu yang kita cintai kepada saudara kita?

Pertanyaan tersebut dapat terjawab melalui penjelasan Ibnu Daqiiqil ‘Ied dalam syarah beliau terhadap hadits diatas (selengkapnya, lihat di Syarah Hadits Arba’in An-Nawawiyah).

(“Tidaklah seseorang beriman” maksudnya adalah -pen). Para ulama berkata, “yakni tidak beriman dengan keimanan yang sempurna, sebab jika tidak, keimanan secara asal tidak didapatkan seseorang kecuali dengan sifat ini.”

Maksud dari kata “sesuatu bagi saudaranya” adalah berupa ketaatan, dan sesuatu yang halal. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasa’i. Lanjutkan membaca “Indahnya Cinta Karena Allah”

Iklan

Menyiasati Kegundahan Hati

Penulis : KH Abdullah Gymnastiar

Semoga Allah mengaruniakan kepada kita kemampuan untuk menata hati
dikala gundah. Karenanya, dikala suatu musibah dirasa berat, maka
sebenarnya itu semata-mata karena kita belum mampu memahami hikmah di
balik kejadian tersebut. Atau kita masih beranggapan bahwa rencana
kita lebih baik daripada rencana Allah.

Sesungguhnya ilmu kita yang teramat sedikit ini kerap kali diselimuti
hawa nafsu yang cenderung menipu dan menggelincirkan diri. Sedangkan
Dia, adalah Dzat yang maha Mengetahui segala-galanya. Sesuai
firmanNya, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik
bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk
bagimu. Allah Maha Mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS.
Al-Baqarah [2] : 216). Lanjutkan membaca “Menyiasati Kegundahan Hati”

Konser musik vs shalat jumat

Lucu ya, orang-orang pada berebut untuk dapetin tempat di barisan paling depan ketika nonton konser musik, tapi berebut cari shaf paling belakang bila shalat jumat agar bisa cepat keluar.

Coba deh tengok acara konser musik di televisi, banyak orang rebutan untuk mendapatkan shaf’ terdepan biar bisa ngelihat dengan jelas bintang pujaannya, syukur-syukur kalo sampe bisa salaman.

Kalo pun harus bayar, banyak di antara kita yang rela ngeluarin duit untuk nebus tempat strategis di arena konser. Tapi pas sholat jumat mah , nyari tempat di shaf paling belakang biar cepet keluar, atau paling nggak nyari dinding or tiang untuk nyender. Lucu ya? Hehe…