Mengatur Waktu

Ditulis Oleh -http://www.muslimsources.com-
Wednesday, 19 November 2008

saw.jpg

Dr. Syeikh Yusuf Al-Qardhawi, seorang ulama dari Mesir, mencoba menerangkan bagaimana cara me-manage waktu menurut cara-cara Islam. Hal ini dikutip dalam buku beliau Disiplin Waktu dengan alih bahasa M. Qodirun Nur, penerbit Ramdhani, Solo. Berikut sedikit uraian beliau.

Al- Quran dan As-Sunnah sangat menaruh perhatian terhadap waktu, dari berbagai aspek dan dengan bentuk-bentuk yang beragam. Perhatian demikian menunjukkan pentingnya waktu dan mengungkap besarnya nikmat Allah di dalamnya.

Selain itu dalam Al-Quran banyak ayat-ayat yang menerangkan bahwa kebanyakan ibadah selalu dikaitkan dengan waktu. Waktu mempunyai ciri-ciri khusus yang istimewa, antara lain:

  1. Cepat habis, waktu itu berjalan terus menerus, tetapi jika kita berada dalam keaadaan yang gembira maka waktu akan terasa lebih cepat.
  2. Waktu yang telah habis tak akan kembali dan tak mungkin dapat diganti. Itulah ciri khas waktu yang lain dari berbagai ciri-ciri khusus waktu.
  3. Modal terbaik bagi manusia. Oleh karena alasan-alasan di atas maka waktu adalah modal yang berbaik bagi manusia.

Waktu yang dihayati manusia terbagi menjadi tiga, masa lalu, sekarang dan masa depan. Ada pengagum masa lampau, masa kini atau masa depan, tetapi juga ada umat manusia yang bersikap Itidal dan tawazun, yaitu yang dapat memberikan hak pada masing-masing bagian dari masa tersebut, tanpa melampaui batas dan tanpa merugikan diri sendiri. Namun mereka ini amat sedikit jumlahnya.

Dalam hidup ini, terdapat bahaya yang cukup banyak, yang dapat mebiasakan waktu bagi manusia dan justru memakan usianya, bila ia tidak waspada terhadap bahayanya. Di antara bahayanya itu ialah:

  1. Kelalaian, adalah suatu penyakit yang menimpa akal dan hati manusia, sehingga ia hilang kesadarannya terhadap kejadian-kejadian yang dihadapi.
  2. Menunda-nunda waktu. Bahay yang lain yang lebih mengerikan lagi terhadap usaha manusia menggunakan masa kini adalah menunda waktu, sehingga perkataan nanti saja menjadi lambangnya dan karakter hidupnya.
  3. Mencerca masa, menggambarkan waktu sebagai lawan yang menindasnya, sebagai musuh yang mengintainya.
anigifflo3.gif
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s