Tangga-Tangga Kesuksesan

ISLAM tidak hanya mengajarkan kepada pemeluknya untuk
beribadah semata, tapi juga mengajarkan untuk beramal.
Apabila beramal itu, diartikan bekerja, maka hendaknya
bekerja yang dilakukan dapat meraih prestasi terbaik.
Bukankah, arti kata Islam itu sendiri mengandung tiga
makna: keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan.

Berkait dengan yang terakhir itu, K.H. Alie Yafie
menjelaskan bahwa untuk meraih kesejahteraan ini,
Islam sangat mendorong ummatnya untuk bekerja
sebaik-baiknya dengan meraih prestasi. Walau demikian,
lebih jauh beliau mengungkapkan, Islam tidak hanya
sekedar memerintahkan untuk bekerja tanpa kendali.
“Antara iman dan amal (kerja), harus selalu ada
interaksi,” ujarnya.

Dalam tulisan yang lalu (baca: Wirausahawan, jadilah
seorang achiever!), penulis mengungkapkan bahwa tokoh
wirausahawan sukses itu, tidak lain adalah seorang
achiever. Bagi seorang achiever ini dalam merangkai
dan menggapai derajat kesuksesan dalam berwirausaha,
maka ia harus menaiki tangga-tangga kesuksesan
berwirausaha.

Menurut Murphy and Peck (1980: 8), ada delapan anak
tangga yang harus dilewati dalam mengantarkan
seseorang menuju puncak kesuksesan (karir). Delapan
anak tangga ini tentu dapat pula kita terapkan bagi
seorang wirausahawan dalam menggapai puncak kesuksesan
usahanya.

1. Kemauan bekerja keras (Capacity for hard work).

Kerja keras adalah modal dasar untuk keberhasilan
seseorang dalam berwirausaha. Rasulullah Saw.
bersabda, “Sesungguhnya Allah mencintai salah seorang
di antara kamu yang melakukan suatu pekerjaan dengan
baik (ketekunan).” (HR. Baihaqi).

Rasulullah sendiri sangat marah melihat orang malas
lagi suka berpangku tangan. Bahkan, dalam suatu waktu
Rasulullah Saw. memberi hadiah kampak dan tali kepada
seorang laki-laki, agar mau bekerja keras mencari kayu
dan menjualnya ke pasar. Akhirnya, dengan modal kerja
keras, laki-laki itu mendapatkan kesuksesan dalam
hidupnya. Untuk itu, kita disarankan untuk tidak tidur
sesudah subuh, cepatlah bangun dan mulailah melakukan
kegiatan untuk hari tersebut.

Sikap kerja keras ini harus dimiliki oleh setiap
wirausahawan. Dalam hal ini, unsur disiplin memainkan
peranan penting. Karena bagaimana orang mau bekerja
keras jika disiplin tidak ada. Untuk itu, setiap
wirausahawan adalah sosok yang mampu mengelola dan
memanfaatkan waktu secara tepat dan benar.

2. Mampu bekerjasama dengan orang lain (Getting things
done with and through people).

Setiap wirausahawan, hendaknya mampu memanfaatkan
potensi orang lain yang ada di sekitarnya, dalam upaya
mencapai tujuan berwirausaha. Untuk itu, perbanyak
teman dengan orang-orang di bawah kita (mungkin
sebagai anak buah) atau orang di atas kita (mungkin
sebagai majikan). Dan kita juga hendaknya
menghindarkan terjadinya permusuhan antara sesama
manusia.

Dalam arti lain, dengan menggunakan tenaga orang lain,
maka tujuan mudah tercapai. Inilah yang disebut dengan
manajemen. Yakni ilmu dan seni dalam menggunakan
tenaga orang lain untuk mencapai tujuan yang
dinginkan.

Untuk itu, seorang wirausahawan harus mampu dan mudah
bergaul, disenangi, tidak suka memfitnah, sok hebat,
arogan, menggunting dalam lipatan, dan perilaku yang
tidak sesuai dengan ajaran Islam lainnya. Tepatnya, ia
harus berperilaku menyenangkan bagi semua orang
sehingga mudah bekerjasama dalam menggapai kesuksesan.

3. Penampilan yang baik (Good appearance).

Seorang wirausahawan bukan semata-mata berarti
penampilan body face (baca: memiliki paras
cantik/ganteng) . Akan tetapi lebih ditekankan pada
penampilan perilaku jujur dan disiplin.

Kebanyakan kita, kadangkala tertipu dengan rupa nan
cantik/ganteng, tapi nyatanya ia merupakan seorang
penipu ulung. Untuk itu, janganlah kita tertipu dengan
penampilan fisik semata. Dan bagi seorang wirausahawan
yang ingin sukses, maka yang mesti diperhatikan adalah
kualitas pribadinya harus lebih baik dari penampilan
fisiknya. Bukankah, seorang yang memiliki pribadi yang
baik, akan disenangi banyak orang dan dia akan sukses
bekerja dengan siapa saja.

4. Keyakinan Diri (Self confidence).

Perilaku hidup seseorang merupakan refleksi dari apa
yang ia pikirkan. Kondisi keyakinan diri ini akan
mampu menyingkirkan semua kesukaran, berbagai masalah,
dan kendala dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk itu, hidup (berwirausaha) harus memiliki
keyakinan diri bahwa kita akan sukses melakukan suatu
usaha, jangan ragu lagi bimbang. Pendeknya, kita harus
luruskan niat untuk bekerja dengan baik, sempurnakan
ikhtiar dan kemudian berserah diri serta bertawakal
kepada Allah SWT.

5. Pandai membuat keputusan (Making sound decision).

Dalam berwirausaha, kita tentu akan dihadapkan pada
berbagai alternatif, harus memilih, maka langkah yang
dapat anda lakukan adalah membuat pertimbangan yang
matang. Caranya, kumpulkan informasi
sebanyak-banyaknya, lalu segera ambil keputusan dan
jangan ragu-ragu berdasarkan pemikiran yang matang dan
tepat.

6. Pendidikan (College education).

Salah satu anak tangga yang patut anda gapai untuk
menjadi seorang wirausahawan sukses ialah kegemaran
anda untuk selalu menambah ilmu pengetahuan (baca:
mendidik diri sendiri) yang dapat menunjang kesuksesan
usaha yang sedang kita geluti saat ini.

Bagi seorang wirausahawan, perilaku penambahan ilmu
pengetahuan merupakan sesuatu yang tidak bisa
ditawar-tawar lagi, bila kita ingin tetap eksis dalam
berusaha. Berkait dengan ini, Rasulullah Saw.
mewajibkan bagi setiap muslim untuk menuntut ilmu,
dari ayunan sampai ke liang kubur.

7. Ambisi untuk maju (Ambition drive).

Ambisi yang proporsional merupakan sesuatu sikap
positif yang perlu dimiliki bagi para wirausahawan
yang ingin sukses. Roh ambisi ini akan melahirkan
orang-orang yang gigih dalam mengeluti pekerjaan dan
tantangan. Orang yang memiliki ambisi ini, biasanya
banyak yang berhasil dalam kehidupannya. Karena
pikiran dan tindakannya akan berjuang untuk menggapai
apa-apa yang dicita-citakannya tersebut.

8. Pandai berkomunikasi (Ambility to communicate) .

Seorang wirausahawan harus selalu membangun kepandaian
dalam berkomunikasi. Pandai berkomunikasi berarti
pandai mengorganisasikan buah pikiran ke dalam bentuk
ucapan yang jelas, tutur kata yang enak, dan mampu
menarik perhatian orang lain.

Kemampuan berkomunikasi seperti itu, tentu akan lebih
baik lagi seandainya diikuti dengan perilaku jujur dan
konsisten dalam mengembangkan karir usahanya untuk
masa depan yang lebih baik.

Akhirnya, semakin kita sering membangun dan berusaha
menggapai anak tangga kesuksesan tersebut dalam
berwirausaha, maka insya Allah kesuksesan dalam
berwirausaha akan mengikuti dengan sendirinya.
Waallahu’alam. ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s