Bekerja Pada Allah

Sobat, sisa hidup yang kita jalani sekarang ini, ayo kita mulai dengan menanamkan dalam hati kita tekad yang kuat dan ikhlas untuk membuka lembaran baru untuk segera menuju ampunan Allah SWT. Allah berfirman :

(Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. ( QS. Adz-Dzariyat (51) : 50 ).

Kewajiban kita sekarang ini adalah menerjemahkan perasaan kita secara rinci atas kelalaian kita, lalu memohon ampun dan bertaubat kepada Allah atas segala dosa dan kelalaian kita, serta memohon kepada-Nya bimbingan dan pertolongan agar kita mampu menghadapi dengan baik ujian di dunia. Mari kita baca berulang-ulang do’a Nabi Adam AS. Dan Ibunda Hawa yang diabadikan dalam Al-Qur’an :

Keduanya berkata: “Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi. ( QS. Al-A’raf : 23 ).

Bergembiralah! Sesungguhnya Allah SWT. Rabb kita semua adalah Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang, Dia selalu menginginkan kebaikan bagi kita semua, dan menanti kita untuk mulai bertaubat kepada-Nya.

Kita juga harus ketahui bersama bahwa sebatas apa penyesalan atas waktu kita yang hilang sia-sia dan tekad kita untuk memanfaatkan waktu-waktu yang akan datang. Maka, sebatas itu pulalah kebaikan dan pertolongan serta bantuan yang akan diberikan Allah kepada kita.

Abu Darda berkata, “Ketika Allah menurunkan Adam ke bumi, Dia berkata kepada Adam: “ Wahai Adam, cintailah Aku, jadikanlah Aku dicintai makhluk-Ku, sedangkan kamu tidak mampu melakukannya, kecuali dengan bimbingan-Ku. Maka jika Aku melihat engkau bersemangat untuk hal itu maka Aku akan membantumu.”

Sobat dengan tekad yang kuat dan taubat yang benar serta diiringi dengan beberapa langkah berikut yang harus kita lakukan dengan istiqomah. Maka Insya Allah bisa mengingatkan kita akan hakekat keberadaan kita di muka bumi ini, dan perjalanan kembali menuju Allah, serta menjadikan kita bisa menempatkan dunia dalam porsinya yang benar. Dengan pertolongan Allah, menjadikan kita semua sebagai pencari kehidupan akherat. Adapun langkah-langkah tersebut bisa kita rinci sebagai berikut :

  1. Membiasakan diri membaca Al-Qur’an.
  2. Melakukan perjalanan yang sesungguhnya.
  3. Berinfak di jalan Allah
  4. Berhemat dalam hidup
  5. Teguh dalam menjalani kehidupan
  6. Berdakwah ke jalan Allah
  7. Berteman dengan orang sholeh.

Sobat, bukankah kita hidup di dunia ini untuk “bekerja” pada Allah? Bukankah kita diamanahkan sebagai “ kaum profesional”. Dengan menempatkan Allah sebagai “Tuan”? Juga, bukankah harga “pekerjaan” kita di dunia ini sangat tidak murah, karena “salary” yang Allah berikan tidak tanggung-tanggung……, Surga !!! Husen Matla dalam bukunya Muslimonot beliau menjelaskan bahwa sikap profesional adalah sikap seseorang yang menghargai profesinya sendiri dan tahu betul akan konsekuensi dari profesinya. Adapun ciri-ciri khusus yang mencerminkan sikap profesional :

Pertama, ia akan bekerja keras mencurahkan waktu,tenaga dan pikirannya untuk mencapai hasil sesuai target yang telah ditetapkan.

Kedua, ia akan serius menekuni pekerjaan itu karena sudah menganggap bahwa pekerjaan atau profesinya itu sebagai dunianya..

Ketiga, ia tidak suka banyak istirahat sebelum pekerjaannya selesai.

Keempat, ia akan merasa malu kalau sampai gagal mencapai hasil saat kegagalan tersebut bersumber darinya.

Kelima, ia akan malu minta penghasilan tinggi jika ia tidak becus dalam bekerja.

Keenam, ia akan berusaha keras mengembangkan kemampuannya dengan harapan penghargaan yang ia terima semakin besar. Dengan nilai-nilai itulah ia bisa mendapatkan hasil yang optimal.

Itulah sobat, gambaran tentang bekerja profesional, kaum profesional serta sikap profesional. Bukankah Allah SWT. Menegaskan dalam firman-Nya :

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar. ( QS. At-Taubah : 111 ).

Ayat di atas nampak bahwa sebenarnya Allah telah “mengontrak jasa” dari orang-orang yang beriman untuk mencurahkan hidupnya dalam rangka menjalankan tugas yang telah ia berikan. Sekaligus Ia membeli jasa mereka dengan “reward” tertentu dan tidak tanggung-tanggung “reward” yang Ia berikan adalah Surga. Allahu Akbar. (www.faqihsyarif.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s