Onomist’s Blog

November 28, 2008

Memecahkan Rekor

Diarsipkan di bawah: Konsultasi — Tag: — onomist @ 4:04 am

Setiap orang yang berhasrat besar untuk menjadi manusia yang lebih baik perlu merenungkan kata-kata Stuart B. Johnson berikut ini: “Urusan kita dalam kehidupan ini bukanlah untuk mendahului orang lain, tetapi untuk melampaui diri kita sendiri, untuk memecahkan rekor kita sendiri, dan untuk melampaui hari kemarin dengan hari ini.”

Dalam era hiper kompetisi dewasa ini, bagaimana kita memahami kalimat yang demikian itu? Bukankah kita harus bersaing dengan orang lain, dengan siapa saja yang berusaha mengalahkan kita? Jika demikian cara berpikir kita, maka cerita yang dikirim seorang kawan berikut ini mungkin menarik untuk menjadi bahan renungan.

LOMPATAN SI BELALANG…. .

Di suatu hutan, hiduplah seekor belalang muda yang cerdik. Belalang muda ini adalah belalang yang lompatannya paling tinggi di antara sesama belalang yang lainnya. Belalang muda ini sangat membanggakan kemampuan lompatannya ini. Sehari-harinya belalang tersebut melompat dari atas tanah ke dahan-dahan pohon yang tinggi, dan kemudian makan daun-daunan yang ada di atas pohon tersebut. Dari atas pohon tersebut belalang dapat melihat satu desa di kejauhan yang kelihatannya indah dan sejuk. Timbul satu keinginan di dalam hatinya untuk suatu saat dapat pergi ke sana. (lagi…)

4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup

Diarsipkan di bawah: Konsultasi — Tag: — onomist @ 4:01 am

“Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh” (John Gray)

Pembaca, hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih,hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan.

Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. Pembaca, pada kesempatan ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup ini. (lagi…)

Rahasia si Untung

Diarsipkan di bawah: Konsultasi — Tag: — onomist @ 3:58 am

Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.

Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial. (lagi…)

Cerita tentang katak kecil

Diarsipkan di bawah: Nasehat — Tag: — onomist @ 3:19 am

Pelajaran hidup No. 1
Pada suatu hari ada segerombol katak-katak kecil,…… yang menggelar lomba lari
Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi.

Penonton berkumpul bersama-sama mengelilingi menara untuk menyaksikan
perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta…

Perlombaan dimulai… (lagi…)

Doa vs ngobrol

Diarsipkan di bawah: Nasehat — Tag: — onomist @ 2:40 am

Lucu ya, seringnya kita susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdoa kepada Allah Swt., tapi betapa mudahnya cari bahan obrolan bila ketemu teman dan kata-kata dari mulut kita begitu lancar mengalir. Hmm & abis sholat aja, kadang banyak di antara kita yang buru-buru pulang dari masjid atau mushola. Berdoa seperlunya dan mungkin doanya monoton alias yang diucapkan yang itu-itu aja (bosen nggak sih?). hehe…:) (lagi…)

November 27, 2008

Kewajiban Ridho Terhadap Qodho

Diarsipkan di bawah: Nasehat — Tag: — onomist @ 1:40 pm

Adapun dalil tentang kewajiban ridha menerima qadha adalah apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Ashim dan Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, dan Al-Hakim, ia menshahihkan hadits ini. Adz Dzahabi juga menyetujuinya, dengan lafadz hadits:

«وَأَسْأَلُكَ الرِّضَاءَ بَعْدَ الْقَضَاءِ»

Dan aku meminta kepada-Mu ya Allah bisa ridha setelah menerima qadha. Syara’ telah memuji seorang hamba yang berserah diri terhadap qadha, sebagaimana dijelaskan dalah hadits dari Abi Hurairah: Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda kepadaku:

«أَلاَ أُعَلِّمُكَ قَالَ هَاشِمٌ أَفَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى كَلِمَةٍ مِنْ كَنْزِ الْجَنَّةِ مِنْ تَحْتِ الْعَرْشِ لاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ يَقُولُ أَسْلَمَ عَبْدِي وَاسْتَسْلَمَ»

Aku akan memberitahumu satu kalimat yang datang dari bawah arasy dan dari gudangnya Syurga, yaitu “ Tiada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan (kekuasaan) Allah“. Allah berfirman: Sungguh hambaku telah tunduk dan berserah diri kepada-Ku. (HR. Al-Hakim. Ia berkata: Hadits ini shahih isnadnya, dan tidak tercatat adanya kecacatan, meski tidak ditakhrij oleh Bukhari dan Muslim. Ibnu Hajar berkata: Hadits ini telah ditakhrij oleh Al-Hakim dengan sanad yang kuat) (lagi…)

AKHIRNYA BERAKHIRLAH DRAMA

Diarsipkan di bawah: Politik — Tag: — onomist @ 1:36 pm

بسم الله الرحمن الرحيم

AKHIRNYA BERAKHIRLAH DRAMA

“PENYESATAN DAN AMANDEMEN” PERJANJIAN KEAMANAN;

PEMERINTAH IRAK JUGA MENYETUJUI DRAFT PEMBERIAN MANDAT KEPADA AMERIKA UNTUK MENGUASAI IRAK!

Pemerintah Irak kemarin, hari Ahad, 16 Nopember 2008 telah menyetujui perjanjian keamanan dengan pemerintah Amerika Serikat. Pemerintah Irak juga mengumumkan telah mengajukan persetujuannya atas perjanjian tersebut kepada parlemen Irak. Padahal siapapun tahu, bahwa kekuatan yang berpengaruh di parlemen itu sama saja dengan kekuatan yang menguasai pemerintahan yang telah menyetujui perjanjian tersebut.

Perjanjian ini, berdasarakan apa telah terungkap, meski yang disembunyikan sesungguhnya jauh lebih besar lagi, merupakan sesuatu yang sangat berbahaya. Ambang batas bahayanya sampai mendorong pemerintah Irak yang dibentuk oleh Amerika, sebelum menandatangani perjanjian itu, terdorong membuat penyesatan, dan apa yang diklaim sebagai perdebatan dan amandemen… Tentu, itu merupakan upaya untuk me-make up wajah buruk perjanjian tersebut. Meskipun begitu, tetap saja langkah itu tidak bisa mengubah apapun, atau mengamandemen satu pun perkara mendasar yang ingin diwujudkan oleh Amerika melalui pendudukannya di Irak! (lagi…)

Tahun 2009 Angka Pengangguran Membengkak

Diarsipkan di bawah: Politik — Tag: — onomist @ 12:29 pm

Gangguan terhadap stabilitas kondisi makro dan perlambatan laju ekonomi nasional akan memicu lonjakan angka pengangguran dan kemiskinan.

Berdasar proyeksi Institute for Development Economics and Finance (Indef), tingkat pengangguran dan kemiskinan pada 2009 akan mencapai 9,5% dan 16,3%. Ekonom Indef M Ikhsan Modjo menuturkan, angka tersebut jauh di atas target pemerintah,yaitu tingkat pengangguran dan kemiskinan masingmasing 7–8% dan 12,5%.
(lagi…)

Ilmuwan Buktikan Adanya Cadangan Air Beku di Mars

Diarsipkan di bawah: Konsultasi — Tag: — onomist @ 5:59 am

AFP

Para ilmuwan NASA telah menemukan waduk air beku di bawah tanah di Mars, jauh dari tudung kutubnya.

Penemuan ini merupakan tanda terbaru bahwa kehidupan boleh jadi dapat bertahan di Planet Merah. Radar yang mampu menembus tanah dari Mars Reconnaissance Orbiter mengungkapkan gletser dalam jumlah banyak dengan ketebalan hingga setengah mil terkubur di bawah lapisan karang dan debu. Para ilmuwan menyatakan sebuah gletser besarnya mencapai tiga kali daripada ukuran kawasan Los Angeles. (lagi…)

Empati…

Diarsipkan di bawah: Kata Bijak — Tag: — onomist @ 5:57 am

Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji di kawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas. Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan. (lagi…)

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.